
Kenapa bila ada sayang,
Mulai rapuh,
Serupa kristal retak.
Tak bolehkah,
Tidak ada hari yang dingin,
Supaya sama-sama bahagia,
Memberi bila ada menerima,
Semua yang indah.
Salahkah aku,
Meminta dimanjai,
Tidak waraskah aku,
Meminta dipeluk?
Lalu...
Untuk apa,
Kalau hati ini untukmu,
Tapi dimatamu,
Bukan lagi aku.
Sehingga kini,
Aku sudah penat,
Dibiar disakiti...pedih,
Perlukah lagi aku menunggu,
Hingga benar-benar ada,
Satu hari kau memutuskan,
Atau aku harus berhenti,
Dari terus ingin dicintaimu...
-Sept, 24 '05
all right reserved
Mulai rapuh,
Serupa kristal retak.
Tak bolehkah,
Tidak ada hari yang dingin,
Supaya sama-sama bahagia,
Memberi bila ada menerima,
Semua yang indah.
Salahkah aku,
Meminta dimanjai,
Tidak waraskah aku,
Meminta dipeluk?
Lalu...
Untuk apa,
Kalau hati ini untukmu,
Tapi dimatamu,
Bukan lagi aku.
Sehingga kini,
Aku sudah penat,
Dibiar disakiti...pedih,
Perlukah lagi aku menunggu,
Hingga benar-benar ada,
Satu hari kau memutuskan,
Atau aku harus berhenti,
Dari terus ingin dicintaimu...
-Sept, 24 '05
all right reserved
No comments:
Post a Comment